Pengamalan Pendalaman Terapi
Sholat Bahagia
Oleh : Prof.Dr.Moh. Ali Aziz, M.Ag
Assalamualaiku
wr.wb sebelum kita membpelajari sholat khususnya PTSB ( Pendalaman Terapi Sholat B ahagia )
mari kita melihat ke belakang yaitu Jika kita melihat sejarah , tepatnya
mengenai sejarah para Nabi dahulu kala, ternyata shalat termasuk salah satu
ibadah tertua yang pernah ada di muka bumi. Ibadah ini telah diperintahkan
Allah kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw, seperti Nabi Ibrahim, Ishak,
Ya‟kub, dan Ismai.
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا
إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ
وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
“Kami
telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan
perintah Kami dan telah Kami wahyukankepada, mereka mengerjakan kebajikan,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu
menyembah”.
(QS. al-Anbiya‟: 73).
Shalat wajib Sudah merupakan kewajiban setiap muslim laki laki dan
perempuan yang juga masuk dalam rukun islam adalah melaksanakan shalat lima
waktu . Untuk mencapai kesempurnaan dalam cara agar shalat khusyuk, shalat
shalat wajib sobat pembaca harus dilakukan dengan khusyuk.
Kita semua diperintahkan untuk mengerjakan shalat, namun bukan
hanya
sekedar
melaksanakan shalat, bukan hanya sekedar melaksanakan shalat, akan tetapi Iqamu
Ash-Shalat (mendirikan shalat), karena ayat-ayat perintah shalat ratarata
memerintahkan untuk Iqamu Ash-Shalat. Seperti contoh ayat berikut ini.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ
الرَّاكِعِينَ
Terjemah
Arti: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang
yang ruku'.
Menurut Ibnu Abbas: “Iqamu Ash-Shalat itu menyempurkan rukuk, sujud, tilawah,
kekhusyukan, dan tetap dalam keadaan seperti itu. “Adapun menurut Dhohak:
“Iqamu ash-Shalat itu menjaga waktu-waktu shalat, wudlu, rukuk, dan sujudnya.”
Adapun menurut Asy-Syaukany Iqamu ash-Shalat itu bermakna alMudawamah
(berkesinambungan) melaksanakan shalat. Itulah sebabnya mengapa Allah menyatakan, فَوَيْلٌ
لِلْمُصَلِّينَ “Celakalah
orang-orang yang shalat.” (QS.al-Ma‟un: 4). Perlu kita teliti bahwa yang akan
celaka pada ayat ini adalah orang-orang yang hanya sekedar melakukan shalat
tanpa Iqamu ash-Shalat. Hal ini tandai
pada ayat selanjutnya yang berbunyi:
ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ayat 5 dan ayat 6 ٱلَّذِينَ
هُمْ يُرَآءُونَ “Yaitu
orang-orang Saahuun (yang lalai) dari shalatnya, mereka pun riya (dalam
melakukannya).” (QS. alMa‟un: 5-6). Kata Saahuun pada ayat diatas bisa di
artikan lalai ketika seseorang melaksanakan shalat, pikiran dan hatinya
berada dimana-mana sehinga tidak berkonsentrasi atau tidak bisa khusyuk, tanpa
menyadari bahwa dirinya sedang shalat,akibat godaan iblis.
Nabi saw besabdah, “Apabila dikumandangkan adzan, setan lari
terbirit-birit, bahkan terkentut-kentut, sampai ia tidak mendengar adzan itu.
Apabila adzan selesai, setan datang lagi. Dan apabila dikumandangkan iqamat,
setan lari lagi. Dan apabila selesai iqamat, setan datang lagi dan menyelinap
dalam jiwa manusia dan berkata, “Ingatlah ini, ingatan itu.” Sehingga orang itu
tidak tahu lagi berapa raka‟at ia shalat” (HR Bukhari)
Saahuun juga bisa Diartikan melalaikan aturan kaifiyat atau tata Cara shalat,
tidak sesuwai contoh yang diberikan oleh Rasulullah saw. Sebagaimana sabda Nabi
saw: “Shalatlah kalian seperti kalian melihat (mendapatkan) aku shalat” (HR
Bukhari). Menurut Ibnu Abbas Saahuun bisa dimaknai shalatnya orang-orang
munafik yaitu mereka hanya shalat jika terlihat oleh orang lain. Seandainya
riya‟ (ingin dilihat oleh orang lain) dalam shalat dikategorikan ke dalam
syirik kecil, karena pelakunya menyetarakan Allah dengan manusia, dimana seharusnya
ibadah shalat fardhuta’ala untuk Allah semata,
melencengmenjadi ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain. Padahakikatnya
ibadah tidak bisadisatukan dengan duniawi dan jika niatnya dikotori oleh riya‟
dan amalan yang disertai syirik akan menghancurkan amalan nya. Firman Allah :
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ
أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“dan
Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu.
"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akanhapuslah amalmu dan
tentulah kamu Termasuk orang-orang yangmerugi”. (QS. az-Zumar: 65).
Dalam
kajian ini Mohammad Ali Aziz, mengatakan:
“Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan Dalam Islam, shalat
terbagi dua; shalat yang wajib atau biasa disebutshalat fardhu dan dhalat
sunnah atau disebut shalat tathawwu‟. Shalat yang wajib ialah shalat yang lima
waktu; Shubuh, Dzuhur, „Ashar, Maghrib, dan Isya‟. Allah
berfirman
dalam al-Qur‟an :
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا
الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Maka
apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa aman,
Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. an-Nisaa‟:
103).
Shalat bahagia adalah sebuah metode yang pertamakali di temukan
oleh Muhammad Ali Aziz, Pada saat awal kemunculannya shalat bahagia sesuai yang
dijelaskan oleh Muhammad Ali Aziz, dalam buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia
beliau juga jelaskan: Pada tahun 2000, sepulang dari Afrika, tiba-tiba suara
saya hilang dan berlangsung selam enam bulan. Saya sedih, tidak bisa mengajar
dan berceramah seperti sebelumnya. Tapi kemudian saya sadar bahwa cobaan Allah
SWT itu diberikan agar saya istirahat, dan saya banyak berguru kepada para sufi
melalui buku-buku tasawuf. Lalu beberapa tahun kemudian, cobaan kedua datang.
Nyaris saya tidak bisa rukuk dan sujud dengan sempurna karena penyakit punggung
dan lutut. Saya harus rukuk dengan perlahan menahan sakit dan lebih lama. Sejak
saat itu saya “terpaksa” rukuk dan sujud lebih lama dan lebih tenang, tidak
tergesa-gesa, dan berusaha memahami makna doa di dalamnya. Itulah hikmat yang
terbesar di balik cobaan. Kemudian, saya mencari semua buku tentang shalat di
banyak toko dan perpustakaan untuk lebih memahami rahasia shalat. Sekalipun
terasa sakit, tapi dengan sikap pasrah
kepada Allah, saya bisa “menikmati” penyakit dan merasakan bahagia.
Andai tidak ada cobaan itu, tidak akan ada buku “60 Menit Terapi Shalat
Bahagia”.
Hal itu juga menunjukan bahwasanya
awal penerbitan shalat bahagia tersebut saat Muhammad Ali Aziz dulunya
menderita sakit dan darisakitnya beliau ini shalat bahagia ini terbit.saat
sakit itulah beliau juga mengetahui bahwa kesembuhan dan kebahagiaan itu tidak
bisa di pisahkan kaitannya, dengan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah
SWT juga tidak kalah pentingnya
untuk
kita sebagai makluk ciptaan Allah SWT, agar hidup kita lebih tentram dan
bahagia di dunia maupun di akhirat.
Dalam shalat bahagia beliau juga
menekankan bahwa shalat adalah salah satu cara dimana seseorang dapat mengingat
segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, begitu pula dalam
shalat bahagia ini, yang mana dalam shalat yang paling utama adalah tidak
mengesampingkan syarat-syarat sah, rukun-rukun shalat, sarat wajib shalat,
sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Kemudian
dalam shalat juga di utamkan seseorang yang menjalankannya harus dengan khusyuk
sekaligus tumakninah. Shalat bahagia juga dapat diartikan sebagai usaha seorang
hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Shalat dinilai sah dan sempurna
apabila shalat tersebut di laksanakan dengan memenuhi syarat-syarat, rukun dan
hal-hal yang disunnahkan serta terlepas dari hal-hal yang membatalkannya.
Begitu pula dalam shalat yang paling utama adalah sahnya shalat dimana wudlu
menjadi bagian yang paling penting dan wajib ketika seseorang menjalankan
shalat, kemudian dalam shalat tersebutlah penentuan yang paling utama.
Kata wudlu‟ berasal dari kata wadha‟
yang mempunyai arti “kebersihan”, dan dalam terminologi hukum Islam, hal itu
berarti membersihkan beberapa bagian tubuh sebelum mengerjakan ibadah shalat. Perintah untuk berwudhu di dalam al-Qur‟an:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا
وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ
وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ
الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا
صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ
اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ
وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah
mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu
sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu
sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau
menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan
tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah
tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. AlMaidah: 6).
Cara Rasulullah mengerjakan wudhu‟
sebagai berikut:
1)
Kedua tangan dicuci sampai pada pergelangan tangan,
2)
Rongga mulut dibersihkan dengan air (berkumur), sebaiknya menggunakan sikat
gigi tanpa pasta gigi, serta berkumur dengan menggurah,
3)
Rongga hidung dibersihkan, dengan menghisap sedikit air ke dalam rongga hidung
dan menghembuskannya,
4)
Membasuh muka dari dahi sampai dagu,
5)
Membersihkan lengan sampai kesiku, dimulai dengan lengan kanan kemudian yang
kiri,
6)
Membasahi atau menyeka kepala dengan tangan basah, kemudian dengan tiga jari
membersihkan daun telinga luar dan dalam,
7)
Membersihkan kaki kanan kemudian kaki kiri sampai pada mata kaki. Metode
Pengamalan Shalat Bahagia Terapi Shalat Bahagia merupakan cara seseorang untuk
mencapai sebuah
kebahagiaan
melalui shalat. Seperti halnya jika kita menghayati bunyi adzan yakni
hayya
„ala shalah (mari kita melaksanakan shalat) kemudian hayya „alah falah (mari
kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang shalat
menghantarkan
kita menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam Terapi Shalat
Bahagia
ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam gerakan shalat berikutnya.
Berikut
ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan pada setiap
gerakan
shalat:
1.
Berdiri
Pada
posisi ini, peshalat berturut-turut membaca doa pembuka (iftitah), surat
al-Fatihah dan beberapa ayat al-Qur‟an. Karena posisi ini hanya alFatihah yang
wajib dibaca, sebab didalam bacaan surat al-Fatihah kita dianjurkan berhenti
sejenak untuk menunggu jawaban dari Allah dan memujanya. Maka yang paling diingat pada posisi ini
adalah inti surat al-Fatihah, yaitu: Kita bersyukur atas semua anugerah Allah
Yang Maha Menguasai dan Mengatur alam semesta, Maha Memenuhi kebutuhan manusia,
Maha Pengasih, Maha Adil dan Teliti dalam Pengadilan di akhirat. Selama jantung
berdetak, selam itu pula nikmat Allah mengalir. Dalam posisi berdiri ini,
ingatlah semua nikmat itu dan syukurilah. Sebutlah dalam hati satu persatu
nikmat besar Allah yang telah anda terima. Menunduklah untuk berterima kasih
kepada-Nya.
b)
Bimbingan Allah SWT
Jangankan
anda, para Nabi-pun membutuhkan bimbingan (hidayah) Allah SWT. Kita diberi
Allah akal, tapi tidak akan bisa menemukan kebenaran dengan akal semata tanpa
petunjuk Allah. Setelah mengetahui yang benar pun, kita membutuhkan bimbingan
dan kekuatan untuk bisa melakukan, masih diperlukan laggi bimbingan untuk
ikhlas melakukannya.
c)
Ketahanan Iman
Kitatidak
tahustiap hariiman kita naik turun .oleh arena itu Kita memohon ketahanan iman
agar menjadi hamba yang selalu di jaga oleh Allah SWT dan bisa melawan hawa
nafsu.setan setiap detik membelokkan anak adam dari jalan yang benar, dan tidak
akan berhenti sampai anda mendapat murka Allah (al-mahdub „alaihim) atau
menjadi orang yang sesat (addlalim).
Mungkin saat ini, anda sedang menghadapi godaan hawa nafsu yang
berat anda hadapi. Bisa berupa 3 ta: harta, tahta dan cinta. Mintalah ketahanan
iman untuk menundukan hawa nafsu itu. Ke tigapoin diatas, agar mudah diingat,
disingkat dengan SUBHAN (Syukur, Bimbingan dan Ketahanan Iman).
2.
Rukuk
Gerakan
wajib berikutnya setelah berdiri adalah rukuk yaitu membungkukkan badan dengan
kedua tangan di lutut, dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Rukuk wajib
dilakukan untuk setiap rakaat
Rukuk Rasulullah SAW
Beliau
bertakbir dengan mengangkat kedua tangan (HR. Bukhari), kepala dan punggung
lurus horisontal dengan meletakkan kedua tangan di lutut (HR. Ahmad) atau kedua
telapak tangan di bawah lutut dengan siku yang direnggangkan (HR. Abu Daud),
sedangkan kedua siku dalam posisi direnggangkan dari lambung (HR. Al-Tirmidzi).
Posisi rukuk akan membengkokkan tulang belakang untuk menggerakkan,
melembutkan otot-otot, melemaskan tulang-tulang yang kejang dan kaku, dan
mengendorkan ruas-ruas tulang belakang, supaya tulang belakang kembali sesuai
anatomi. Di belakang tulang punggung terdapat syaraf-syaraf yang dibungkus
ruas-ruas tulang belakang.
Urat-uratsaraf berfungsi menjalankan organ-organ tubuh melalui ruas-ruas
tulangbelakang. Fungsinya adalah untuk mengontrol jantung, paru-paru, liver, lambung, limpha, usus, dan lain-lain. Semua organ itu dari otak
melalui tulang punggung.
3. Bangkit dari Rukuk
Dari beberapa doa i‟tidal (bangkit dari rukuk)
a. Hak Pujian
Segala puji hanya untuk Allah SWT.
b. Takdir
Tidak ada yang terjadi di dunia ini secara kebetulan.
Semuanya terjadi atas Rencana Besar: kehendak dan ketetapan
Allah. Jika Allah berkehendak memberi sesuatu, tidak ada satupun
kekuatan bisa menghalanginya.
Dua poin diatas disingkat dengan HADIR (Hak Pujian dan Takdir).
4. Sujud
Sujud adalah posisi paling agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam
sujud, orang tidak bisa menoleh kemanapn kecuali menghadap Allah.
Rukuk adalah simbol penghambaan, sedangkan sujud simbol kedekatan.
Sujud dilakukan setelah rukuk, karena siapapun yang tidak memiliki
etika
penghambaan, ia tidak akan bisa dekat kepada Allah SWT. Sujud
merupakan pembeda muslim dan setan, sebab setan selalu menolak
melakukannya. Sujud juga posisi terdekat antara manusia dan Allah.
5. Duduk di antara dua sujud
Sesudah melakukan sujud pertama, kita duduk istirahat sebentar,
untuk kemudian bersujud lagi. Pada sikap duduk iftirasy, kita duduk dengan
otot-otot pangkal paha. Pada sikap duduk iftirasy, kita duduk dengan otot-otot
pangkal paha.
Ada empat permohonan singkat penting kepada Allah, yaitu:
a.
Ampunan,
yaitu Allah atas semua dosa.
b.
Kasih
sayang, yaitu kasih sayang (rahmat) Allah
c.
Sejahtera, yaitu terpenuhinya kebutuhan hidup:
jasmani dan rohani.
d.
Iman,
yaitu keimanan yang kokoh dan petunjuk sepanjang waktu.
6. Tasyahud
Posisi duduk
ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah ikrar
keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Dengan
keimanan yang benar, orang beriman akan menjalankan perintah Allah bukan
sebagai beban, tapi sebuah kebutuhan; menerima apapun takdir Allah dengan
ikhlas, ridla dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah.
tiga poin
penting yang harus dihayati dalam posisi tasyadud,
yaitu:
a. Shalawat
Shalawat dan
salam kita berikan kepada Nabi SAW, sebagai ungkapan terima kasih atas jasa
Nabi SAW yang mengenalkan Allah kepada kita dan membimbing cara beribadah
kepada-Nya. Kita bertekad menyontoh keimanan, ibadah dan akhlak Nabi SAW. Salam
(doa keselamatan) juga kita mohonkan untuk diri sendiri dansemua orang shaleh.
b. Persaksian
Kita bersaksi
atau berikrar “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Kita
memohon kepada Allah agartetap menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya
sepanjang hidup, dan mati dengan keimanan yang sempurna. (ahyina muslimin, wa
tawaffana mukminin).
c. Tawakal
Kita serahkan
sepenuhnya apapun hasil yang diberikan Allah setelah ikhtiar yang maksimal.
Kita pasrahkan juga hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan
kepada Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbak bagi kita.
Komentar
Posting Komentar